premiere-league-code

Di Awal Kariernya, Zanetti “Di Tolak” Sebuah Klub

karir-javier-zanetti
Javier Zanetti, pemain yang menjadi ikon klub Inter Milan adalah salah satu pemain terbaik yang menempati posisinya. Selama bertahun-tahun membela Inter Milan, Zanetti nyaris tak tergantikan pemain lain, siapa pun pelatih yang menanganinya. Sang pemain justru di daulat sebagai kapten tim sejak 1999 hingga dia pensiun pada tahun 2014 lalu.

Namun siapa sangka, sewaktu mengawali karirnya sebagai pemain bola profesional, mantan bintang Argentina dan Inter Milan ini malah mendapatkan penolakan dari sebuah klub. Adalah Independiente klub yang menolak Zanetti pada waktu itu, yang merupakan salah satu satu klub tersukses di Argentina. Sehingga sangat wajar tentunya bila banyak pemain muda punya keinginan untuk menjadi bagian dari klub tersebut, tak terkecuali Zanetti Muda ini.

Setelah ditolak oleh tim yunior Independiente, Javier Zanetti kemudian bergabung dengan tim Talleres, salah satu tim divisi dua pada saat itu. Satu tahun kemudian, barulah Zanetti pindah ke klub divisi utama, Banfield. Disinilah Zanetti mulai menunjukkan bakat dan talentanya yang luar biasa, hingga tim nasional Argentina pun kemudian memanggil pemain berjuluk “El Tractor” (si Traktor) ini.

Dua klub raksasa Argentina, River Plate dan Boca Juniors juga kepincut dengan penampilan gemilang Zanetti di Banfield. Mereka kemudian membujuk sang pemain agar meninggalkan Banfield, namun Zanetti menolaknya.

Pada tahun 1995, Zanetti akhirnya memutuskan berpisah dengan Benfield untuk pindah ke Italia bergabung bersama klub raksasa Italia, Inter Milan. Kepindahan Zanetti ke Inter Milan ini merupakan tonggak baru dimulainya perjalanan sejarah sang kapten di Italia.

banner 468x60